Sunday, December 16, 2012

SILKUS BATUAN BATUAN BEKU



Pembentukan berbagai  jenis mineral yang ada di alam akan menghasilkan berbagai jenis batuan yang berbeda. Proses alamiah tersebut bisa berbeda-beda dan membentuk jenis batuan yang berbea pula . pembentukan magma akan membentuk berbagai jenis batuan beku. Batuan sendimen bisa terbentuk karena berbagai proses alamiah, seperti proses pengahancuran atau intergrasi batuan, pelapukan kimia, proses kimiawai dan organis serta penguapan/ evolasrsi. Letusan gunung api sendiri  dapat menghasilkan batuan piroklastik. Batuan metamorf terbentuk dari berbagai jenis batuan yang terbentuk lebih dahulu mengalami peningkatan temperature atau tekanan yang cukup tinggi, namun peningkatan  temperature itu sendiri maksimal di bawah temperature magma.
Magma dapat mendingin dan membeku dibawah atau di atas permukaan bumi. Bila membeku dibawah permukaan bumi akan terbentuk batuan yang dinamakan dengan batuan beku dalam tau disebut juga dengan batuan beku intrusive ( sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik). Sedangkan pada saat magma mencapai permukaan bumi dan kemudian membeku maka, dapat membentuk batuan beku luar atau batuan beku esktrusif.

Batuan  Beku Dalam
Magma yang membeku dibawah permukaan bumi atau pada bagian dalam bumi  mengalami pendinginana yang sangat lambat  (dapat mencapai jutaan tahun), sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya Kristal-kristal beku dalam yang mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tegantung pada kondisi magma dan batuan di sekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan  yang ada disekitarnya atau menerobos  melalu rekahan-rekahan yang ada pada batuan penompang disekelilingnya.
Bentuk –bentuk betuan beku yang memotong struktur batuan disekitarnya disebut diskordan, termasuk didalamanya adalah batholit, stok, dyke, dan jenjang vulkank.
Ø  Batholite : merupakan batuan beku dalam yang paling besar dimensinya. Memiliki bentuk yang tidak beraturan, memotong lapisan-lapisan batuan dalam yang siterobosnya . kebanyakan batholit merupakan kumpulan massa dari sejumlah tubuh-tubuh intrusi magma berkomposisi agak berbeda. Perbedaan ini mencerminkan bervariasinya magma pembentukan bahotlit. Beberapa batholit mencapai lebih dari 1000 km panjangnya dan 250 km lebarnya. Dari hasil penelitian geofisika dan penelitian singkapa di lapangan didapatkan bahwa tebal batholit antara 20-30 km. batholit tidak terbentuk oleh magma yang menyusup dalam rekahan yang sebesar dimensi batholit. Karena besarnya batholit, sehingga dapat mendorong batuan magma yang diatasnya.
Ø  Dyke : merupakan salah satu batuan intrusi yang dapat dibandingkan dengan batholit, namun memilki dimensi yang kecil. Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya  sejajar, memotong struktur (perlapisan) batuan yang diterobosnya.
Ø  Jenjang Vulkanik : merupakan batuan yang ditimbulakan akibat adanya aliran magma kepundan. Kemudian setelah gunung menutupi desekitarnya tererosi, maka batuan beku yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dan topografi disekitarnya.

Bentuk-bentuk yang sejajar dengan struktur batuan disekitaranya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit, dan lopolit.
Ø  Sill : merupakan intusi batuan baku yang konkordan atau sejajar perlapisan batuan yang di terobosnya. Berbentuk tabular dan sisinya sejajar.
Ø  Lakolit : merupakan batuan yang melakukan penerobosannya yang melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangakan, bagian bawahnya mirip dengan sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun oleh gaya eksogen, batuan beku dapat tersingka di permukaan.
Ø  Lopolit : merupakan batuan yang memiliki bentuk mirip dengan lakolit, hanya saja bagian atas dan bawahnya cekung ke atas.

Batuan beku dalam selain mempunyai barbagai bentuk intrusi, juga terdapat jenis betuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuan-batuan beku laur secara tesktur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerik.

No comments:

Post a Comment